Tampilkan postingan dengan label kajian hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kajian hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Agustus 2018

Taubat dan Cinta akan Melapangkan Hati


Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata, "Di antara sebab lapangnya hati adalah al ibanah (bertaubat) kepada Allah taala, mencintai-Nya dengan segenap hati, kembali kepada Allah dan bersenang-senang dengan mengibadahi-Nya.

Tidak ada sesuatu apapun yang paling bisa melapangkan hati seorang hamba dari itu, sampai-sampai terkadang dia akan berkata, "Jika aku di dalam surga dalam keadaan yang seperti ini, maka kalau begitu sesungguhnya aku di dalam kehidupan yang baik".

Adapun bagi al mahabbah (rasa cinta) terdapat pengaruh yang luar biasa di dalam melapangkan dada serta membuat nyaman sebuah jiwa dan hati, hal ini tidak akan diketahui kecuali oleh orang-orang yang telah merasakannya langsung.

Setiap kali kecintaan (kepada Allah) itu semakin menguat dan meningkat, maka hati pun akan menjadi semakin terasa lapang dan luas, dan tidaklah terasa sempit melainkan hanya di dalam pandangan orang-orang yang kosong dan hampa akan hal ini, maka orang-orang yang seperti ini pandangannya memang telah terkotori dan sifat panas telah mencampuri ruhnya."

(Disadur dari Li Asbabi Syarhi ash Shadhr-Imam Ibnul Qayyim, hal. 32, cet. Dar Sabilil Muminin 2009).

Minggu, 29 Desember 2013

Tidak Cukup Sekedar Ucapan “AKU TAKUT”


Pada asalnya manusia itu lemah, dan memang demikian adanya. Sekuat apapun dirinya, tetap saja celah-celah kelemahan itu akan ada. adalah Iblis, musuh bebuyutan bani adam yang kahot dalam mendeteksi kelemahan manusia akan selalu gencar dalam menjerumuskan manusia ke kubangan dosa dan durhaka. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman yang

Minggu, 22 Desember 2013

Menata Kembali tuk Semangat Beramal Shalih


Sahabat muslim, Allah telah memberikan kepada kita banyak kenikmatan.  Bersamaan dengan hal itu, Allah tidaklah menuntut kepada kita balasan. Jika seandainya Allah menuntut adanya balasan, niscaya kita tidak akan mampu tuk menunaikan. Hanya saja kita diperintahkan untuk satu tujuan. Suatu tujuan mulia

Selasa, 12 November 2013

IBADAH TERASA INDAH


Al-Imam Bukhari dan Al-Imam Muslim telah membawakan suatu hadits di dalam kitab Shahih keduanya, dari Aisyah radhiallahu 'anha, ia berkata: ''Sesungguhnya Nabi shalallahu 'laihi wasallam selalu bangun untuk mengerjakan shalat malam sampai kedua kakinya bengkak''
Aku (Aisyah) bertanya: ''Wahai Rasulullah mengapa engkau berbuat demikian, sesungguhnya Allah telah mengampuni semua dosamu baik yang telah lampau maupun yang akan datang?''
Beliau (Rasulullah) menjawab: ''Apakah tidak sepantasnya jika aku menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur?''

Subhanallah. Apa kira-kira yang tersirat di benak kita ketika mengetahui hal ini?
Seorang hamba yang telah dijamin ampunan dan dijamin surga oleh Allah masih tetap bisa berdiri tegak menunaikan shalat malam yang mustahab.
Lalu, bagaimana dengan diri kita?
Sudahkah kita bisa mentauladaninya?

Jumat, 03 Mei 2013

Belajar Sabar Untuk Bersabar

Sabar. Sering kali kita mendengar kata itu. Selalu saja ucapan itu dinasehatkan tatkala kita sedang dirudung pilu. Namun yang menjadi persoalan, bagaimana kita agar mendapat kesabaran, karena sering kita hampir tidak sabar untuk bisa bersabar.

Dan memang demikian. Sabar adalah perkara yang berat karena sabar yang teranggap adalah sabar yang terjadi pada awal kejadian. Sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Sesungguhnya sabar itu hanyalah pada kejadian awal” (HR. Bukhari dan Muslim dari shahabat Anas ibn Malik radhiallahu ‘anhu)

Sabtu, 02 Februari 2013

JANGAN MERASA AMAN DENGAN IMANMU SEKARANG

Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan kepada kita untuk beriman, lalu dengan keimanan tersebut kita dituntut untuk memantapkan. Bahkan tak sampai di situ, Allah ‘azza wa jalla menyatakan agar keimanan yang telah kita mantapkan hendaknya dipegang dan dikokohkan sampai ajal bertandang. 

Minggu, 20 Januari 2013

Menempuh Khusyu' dalam Shalat


Perintah shalat dalam Islam merupakan suatu keharusan. Kewajiban mutlak yang mesti ditegakkan. Dalam shalat, kepala sebagai bagian tubuh yang dianggap mulia dan terhormat, diletakkan sejajar dengan bumi, mengisyaratkan bahwa dirinya sangat rendah dan hina di hadapan penciptanya, Allah Rabb semesta alam.

Shalat bukan sekedar gerakan tanpa makna, atau bacaan tanpa arti. Shalat mempunyai syarat, rukun, wajib dan sunnah-sunnahnya yang mesti dilalui. Sedangkan ikhlash, khusyu’ dan hadirnya hati menjadi ruhnya shalat sebagai perkara yang inti.

Ketahuilah, bahwa kesempurnaan shalat akan tercapai jika seorang hamba bisa menempuh dua jalan ini:

Jumat, 13 April 2012

Awas, Ternyata Racun Hati Lebih Berbahaya Dibanding Racun Jasmani

Sahabat muslim, Tak dipungkiri setiap manusia pasti menginginkan kesehatan pada jasmaninya. Beragam cara akan ditempuh untuk hal ini. Dari mulai pencegahan sampai pengobatan. Perkara yang akan membuat langgengnya kesehatan jasmani akan dilakoninya. Mulai dari mengkosumsi makanan atau minuman sehat, olahraga bahkan sebagian rela mengeluarkan koceknya untuk membeli suplemen-suplemen yang aman untuk kesehatannya. Demikian sebaliknya, perkara apa saja yang akan mengancam keberlangsungan kesehatannya niscaya akan dipantang. Demikianlah, semua ini kembali dalam rangka menjaga kesehatan jasmani.

Namun dari itu semua ternyata ada sebagian manusia -atau bahkan mungkin mayoritas- melalaikan perkara