Minggu, 22 Juni 2014

Jumat, 20 Juni 2014

Jangan Banyak Makan dan Banyak Tidur

Berkata Wahb ibn Munabbih:
Tiada yg paling dicintai oleh setan pada diri bani adam, dari banyak makan dan banyak tidur

(Sa'atu lail ghanaim mafqudah)

Menjauhi Ujub

Yahya ibn Muhammad, mendengar Ali ibnul Madini berkata:

Suatu ketika kami berkumpul dgn para shahabat kami dan yg paling hafal di antara kami adalah Ahmad ibn Hanbal. Ketika beliau ingin menyampaikan hadits, nyaris beliau tdk menyampaikannya kecuali dari kitabnya.

Imam Dzahabi memberikan penjelasan ttg hal ini bhwa perbuatan beliau ini lebih dekat kepada ketelitian dan kehati-hatian dan lebih jauh dari sifat ujub (bangga diri)

Al Fawaidudz Dzahabiyah min Siyar Alam anNubala hal. 24

Apa yang Dilihat dan Apa yang Didengar

Siapa yg tidak bisa mengambil manfaat dari apa yg dilihat, niscaya dia tdk akan bisa mengambil manfaat apa yg dia dengar.

Ibnul Qayyim dlm Al Fawaid.

Jumat, 13 Juni 2014

Mengambil Ilmu atau Hafalan dgn Sedikit demi Sedikit

Berkata Imam az-Zuhri kpd Yunus ibn Yazid:
Wahai Yunus, janganlah engkau sombong dgn ilmu. Karena sesungguhnya ilmu bagai lembah-lembah. Dimana saja engkau menempuh lembah-lembah tsb, niscaya engkau akan terhenti sebelum engkau menaklukkannya. Akan tetapi ambillah ilmu bersama berjalannya siang dan malam. Barangsiapa yg mengambilnya sekaligus, maka hilangnya pun sekaligus. Akan tetapi sedikit demi sedikit bersama berlalunya siang dan malam.

Al-Hifzh, Abdul Qayyum As Sahaibani hal. 51

Berikanlah Hafalan Al Qur'an pada Anak Sejak Dini

Syaikh ibnu Utsaimin memberikan faidah bahwa ingatan di waktu kecil itu lebih kuat dan tidak mudah terlupakan. Maka sudah seyogyanya bagi para orangtua untk menghasung putra-putrinya menghafal Al-Qur'an.

(Faidah taklim Shahih Bukhari di Ma'had Riyadhul Jannah dgn Ust. Abdurrahman Mubarak)

2 Kisah Umar ibnul Khaththab Masuk Islam Dhaif

1. Kisah Umar masuk Islam karena mendengar ayat dari surat Al-Haqqah.
Didhaifkan oleh Syaikh al-Albani.

2. Kisah Umar masuk Islam setelah membaca ayat dari surat Thaha.
Didhaifkan oleh Syaikh al-Albani juga.

(Lihat Ta'liq 'ala Ar-Rahiqul Makhtum hal. 72)


Kamis, 12 Juni 2014

3 Konsekuensi Pernyataan Beriman kpd Hari Akhir

Beriman kepada hari kebangkitan mempunyai konsekuensi keyakinan sbb:

1. Meyakini adanya hari kebangkitan bagi seluruh manusia
2. Meyakini adanya hisab/perhitungan amal dan balasan akan amalnya
3. Meyakini adanya Al Jannah dan An Naar sbg tempat balasan.

(Diringkas dari kitab Syarah Tsalatsatil Ushul karya Syaikh Utsaimin.
Untuk penjabarannya, silahkan merujuk di kitab hal. 97-10)

3 Nama Kuniah yg Sama pada Nama 4 Imam Mazhab

Empat imam mazhab semuanya berkuniah Abu Abdillah kecuali Abu Hanifah.

Berikut nama 4 imam mazhab:
1. Abu Abdillah Muhammad ibn Idris asy-Syafi'i
2. Abu Abdillah Malik ibn Anas
3. Abu Abdillah Ahmad ibn Hanbal
4. Abu Hanifah Nu'man ibn Tsabit

Faidah taklim brsama Ust. Abdurrahman Mubarak Ata hafizhahullah.

2 Shahabat Nabi yg Ayah dan Kakeknya Juga Seorang Shahabat Nabi


2 Shahabat nabi yg ayah dan kakeknya juga seorang shahabat nabi.
1. Aisyah bintu Abi Bakr bin Abi Quhafah
2. Ma'an bin Yazid bin al Akhnas

Minggu, 29 Desember 2013

Tidak Cukup Sekedar Ucapan “AKU TAKUT”


Pada asalnya manusia itu lemah, dan memang demikian adanya. Sekuat apapun dirinya, tetap saja celah-celah kelemahan itu akan ada. adalah Iblis, musuh bebuyutan bani adam yang kahot dalam mendeteksi kelemahan manusia akan selalu gencar dalam menjerumuskan manusia ke kubangan dosa dan durhaka. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman yang

Minggu, 22 Desember 2013

Menata Kembali tuk Semangat Beramal Shalih


Sahabat muslim, Allah telah memberikan kepada kita banyak kenikmatan.  Bersamaan dengan hal itu, Allah tidaklah menuntut kepada kita balasan. Jika seandainya Allah menuntut adanya balasan, niscaya kita tidak akan mampu tuk menunaikan. Hanya saja kita diperintahkan untuk satu tujuan. Suatu tujuan mulia

Selasa, 10 Desember 2013

Bunuh Diri Bukan Solusi


“Aku sudah tak tahan lagi dengan penderitaan ini. Lebih baik aku sudahi saja hidup ini...”
Akhirnya, inilah anggapan solusi.

Bunuh diri.

Jumat, 06 Desember 2013

Download PDF Kitab Syarah Arba'in Nawawi Syaikh Muhammad ibn Shalih al-Utsaimin (cet.Daruts Tsuraya)

Berikut ini ana lampirkan file PDF kitab yang selalu dibahas oleh asatidzah salafiyuun. Yaitu kitab Syarah Arba'in Nawawi karya Syaikh Muhammad ibn Shalih al-Utsaimin rahimahullah. Kitab ini cetakan Daruts Tsuraya Saudi.

Untuk mendownloadnya silahkan klik disini

Jazakumullahukhaira. Semoga bermanfaat.

Selasa, 12 November 2013

IBADAH TERASA INDAH


Al-Imam Bukhari dan Al-Imam Muslim telah membawakan suatu hadits di dalam kitab Shahih keduanya, dari Aisyah radhiallahu 'anha, ia berkata: ''Sesungguhnya Nabi shalallahu 'laihi wasallam selalu bangun untuk mengerjakan shalat malam sampai kedua kakinya bengkak''
Aku (Aisyah) bertanya: ''Wahai Rasulullah mengapa engkau berbuat demikian, sesungguhnya Allah telah mengampuni semua dosamu baik yang telah lampau maupun yang akan datang?''
Beliau (Rasulullah) menjawab: ''Apakah tidak sepantasnya jika aku menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur?''

Subhanallah. Apa kira-kira yang tersirat di benak kita ketika mengetahui hal ini?
Seorang hamba yang telah dijamin ampunan dan dijamin surga oleh Allah masih tetap bisa berdiri tegak menunaikan shalat malam yang mustahab.
Lalu, bagaimana dengan diri kita?
Sudahkah kita bisa mentauladaninya?

Jumat, 01 November 2013

Karena Aku Bukan GENERASI BIRU...

Jadi orang harus punya prinsip! Ya. Memang demikian. Terlebih bagi aku seorang pemuda muslim. Ditengah keganasan ideologi dan kerusakan akhlak, seorang pemuda muslim dituntut untuk mempunyai prinsip yang mantap. Tentunya tak hanya sekedar kata. Prinsip yang mantap harus kokoh di hati tertancap.

Karena itulah, aku tidak peduli dengan cercaan dan cemoohan orang-orang yang tidak sejalan denganku. Aku akan terus berusaha istiqamah di atas jalanku ini sampai aku berhasil dan sukses meraih surga Allah. Dan aku yakin Allah akan menolongku karena Allah subhanahu

DAURAH UST. MUHAMMAD UMAR ASSEWED DI SLIPI-JAKARTA

Selasa, 22 Oktober 2013

MENUNTUT ILMU AGAMA = MASA DEPAN SURAM ?


Madesu. Masa depan suram, demikianlah kesimpulan yang kerap kali terpikirkan oleh sebagian muslimin sebagai tanggapan atas orang yang ingin mendalami ilmu agama. Bagi sebagian orang, Ilmu agama hanya ilmu yang ringan. Asal tidak berbentur dengan akal, selaras dengan rasional, maka mempelajari ilmu agama bukan lagi suatu yang special. Jika titel dunia telah didapat, otomatis gelar ustadz kan hinggap. Ilmu agama seakan tak punya lagi derajat. Allahu musta’an.

Senin, 30 September 2013

JIKA ADA AKHWAT YANG DITEMBAK


Jatuh cinta berjuta rasanya. Sebuah ungkapan yang mungkin tepat bagi yang merasakan. Pikiran jadi tak menentu, makan tak enak, tidur pun tak nyenyak. Selalu terbayang wajah dirinya dan serasa ingin selalu berjumpa dan dekat dengannya. Walhasil memang berjuta rasanya.

Semakin menguatnya hasrat hingga tak terbendung lagi. Akhirnya terproklamirkan isi hati "….Sesungguhnya sudah lama ku tahan perasaan ini, aku telah jatuh hati. Maukah dirimu menjadi kekasih hati….?" Ucap sang penderita cinta.

Sang akhwat pun tengah ditembak.

Jumat, 14 Juni 2013

KALAU TIDAK TAHU JANGAN SOK TAHU


Setelah mempersiapkan perbekalan yang cukup, berangkatlah seorang utusan sebuah kaum menuju ke negeri hijrah rasulullah, Madinah. Tak sulit untuk menunaikan keperluanya. Dia diutus oleh kaumnya untuk menemui seorang alim yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar agama dari kaumnya. Dengan membawa sejumlah pertanyaan-pertanyaan itu, orang tersebut datang kepada al-Imam Malik bin Anas, alim rabbani imam darul hijrah Madinah.

Siapakah yang tak kenal Imam Malik ?

Seorang ulama besar di zamannya. Terkumpul sejumlah ilmu-ilmu agama yang menyegarkan. Murni mengalir dari sumber yang didapat, langsung menciduk dari sejumlah shahabat nabi ridwanallahu ajma'in. Beliau juga adalah salah satu imam mazhab yang kefaqihannya disepakati oleh para ulama. Suatu labuhan yang pantas jika utusan tersebut menghadapkan titipan pertanyaannya kepada beliau.

Syahdan, bertemulah utusan tersebut dengan Imam Malik. Sang utusan segera menunaikan urusannya kepada Imam Malik. Diajukanlah pertanyaan-pertanyaan yang dia bawa dari negerinya tersebut. Satu demi satu dibacakan pertanyaan-pertanyaan.