Selasa, 27 Juni 2017

Abdullah ibn Abi Thalhah Zaid ibn Sahl al Anshari rahimahullah


Beliau adalah saudaranya shahabat nabi Anas ibn Malik radhiallahu 'anhu dari jalur sang ibu, Ummu Sulaim radhiallahu 'anha

Abdullah lahir di masa Rasulullah masih hidup, ingatkah kisah kematian putranya Abu Thalhah yang disembunyikan oleh Ummu Sulaim, yang kemudian Ummu Sulaim memberitahukan kematian putranya dengan cara yang bijak dan indah? Ketika berita itu sampai kepada rasulullah, maka rasulullah mendoakan keberkahan pada mereka berdua di malam itu.

Dengan taqdir Allah kemudian keberkahan doa rasulullah, Ummu Sulaim pun hamil dan melahirkan seorang putra yang kemudian ditahnik langsung oleh air liur yang penuh barakah milik rasulullah. Dialah Abdullah ibn Abi Thalhah.

Ada yang mengatakan bahwa Abdullah ibn Abi Thalhah adalah Abu Umair yang dihibur oleh rasulullah ketika burung kecilnya An Nughair mati.

Abdullah ibn Abi Thalhah tumbuh di lingkungan yang penuh dengan keberkahan dan keshalihan, beliau menimba ilmu dari ayahnya dan dari saudaranya, Anas ibn Malik. Walaupun hadits yang diriwayatkan oleh beliau tidaklah banyak, akan tetapi doa keberkahan dari rasulullah yang dahulu dipanjatkan kepada ayahnya ternyata dapat dirasakan tatkala Abdullah telah berkeluarga dan mempunyai sepuluh putra.

Kesepuluh putranya menjadi bagian dari pilar-pilar Islam di dalam ilmu hadits. Di antara putra-putranya adalah Ishaq ibn Abdillah ibn Abi Thalhah, beliau adalah salah satu guru dari guru-gurunya Imam Malik ibn Anas.

Keberkahan doa rasulullah senantiasa meliputi Abdullah ibn Abi Thalhah hingga akhir hayatnya. Beliau wafat mendahului saudaranya, Anas ibn Malik.

(Disadur dari kitab Siyar Alamun Nubala karya Imam Adz Dzahabi pada biografi beliau).

Tidak ada komentar: