Kamis, 17 Agustus 2017

Kehidupan adalah Ketika Engkau Bisa Beribadah kepada Allah


Kehidupan itu adalah tatkala kita bisa menggunakan waktu dengan melaksanakan suatu tujuan yang Allah telah ciptakan kita (yaitu beribadah), juga kita manfaatkan dengan baik waktu yang ada dengan senantiasa melakukan ketaatan.

Abu Darda radhiallahu anhu berkata, "Kalau saja tidak ada tiga perkara, niscaya aku tidak akan menyukai hidup di dunia ini." Ditanyakan oleh seseorang, "Apa ketiga perkara itu?" Beliau menjawab, "(1) Jika aku tidak meletakkan wajahku ini untuk sujud kepada penciptaku di pergantian siang dan malam, (2) kehausan di hari yang panas (puasa) dan (3) bergaul orang banyak dengan memilih ucapan (baik) sebagaimana memilih buah-buahan."

Maka kehidupan yang hakiki adalah ketika seorang mengisi kenikmatan hidupnya dengan ketaatan, jika demikian maka hamba tersebut telah berbekal di dunia untuk memetik hasilnya di akhirat. Allah ta'ala berfirman,

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ
Artinya:
"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (Al Baqarah 197).

Abu Hazim Salamah ibn Dinar rahimahullah berkata, "Setiap kenikmatan yang tidak bisa untuk mendekatkan kepada Allah, maka itu adalah petaka."

(Al Hayah-Muhammad Ibrahim al Utsman, hal. 11-12, cet. Darul Furqan 2012).

Tidak ada komentar: