Kamis, 14 Maret 2013

Awas, Setan Hinggap Ketika Menguap !


Menguap adalah suatu kemestian yang sering kita alami ketika didapati lelahnya diri dari aktivitas. Sebagian menganggap, menguap adalah bentuk dari kelelahan otak atau kurangnya oksigen padanya. Wallahu a’lam, apakah memang demikian. Tapi yang pasti, perilaku menguap
telah dijelaskan oleh syariat ini sebagai salah satu kesempatan yang bagus untuk setan bisa masuk ke diri bani adam. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Apabila salah seorang dari kalian menguap, maka tutuplah mulutnya dengan tangan, karena sesungguhnya setan ingin masuk” (HR. Muslim) 
Demikianlah salah satu sunnah nabi sekaligus adab yang telah diajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam kepada kita tatkala kita menguap, tidak membiarkan mulut kita menganga lebar. Orang yang melihatnya pun mungkin akan risih dan menganggap kita sebagai orang yang kurang beretika. Otomatis, muru’ah (kredibilitas) kita di hadapan orang pun akan turun, dan orang akan menganggap remeh diri kita hanya karena tidak menjaga sunnah nabi ini.

Bahkan nabi kita menuntunkan kepada orang yang ingin menguap, hendaknya sebisa mungkin dia tahan dan cegah. Karena telah berkata Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam: “Adapun menguap maka sesungguhnya dia  dari setan. Maka apabila salah seorang dari kalian menguap, tahanlah semampu kalian karena jika di antara kalian menguap setan akan menertawakannya. ” (HR. Bukhari)
Dalam riwayat lain yang dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Al-Irwa’, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: “...Apabila (menguap) bersuara ‘Haah’, maka setan menertawakannya ”

Demikianlah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengkhabarkan, bahwa orang yang menguap tanpa diiringi dengan adabnya, maka dia akan menjadi bahan tertawaan setan.
Siapakah dari kita yang ridha jika dirinya ditertawakan setan?

Maaf saja. sebagai manusia normal tentunya ditertawakan manusia saja tidak mau, apalagi ditertawakan setan?
Sungguh hina orang-orang yang dirinya tidak sadar.


Yang mengharap ampunan dan rahmat Allah,
hanyaikhwanbiasa di catatankajianku.blogspot.com




Tidak ada komentar: