Minggu, 15 April 2018

Pacaran itu Berat, Kamu tidak Akan Kuat, Biar Aku (Nikahi Kamu) Saja


Pacaran itu berat, ya memang berat, berat di dunia dan lebih-lebih di akhirat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah mewanti-wanti para lelaki akan beratnya fitnahnya (godaan) wanita, beliau bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ“

Artinya:
Tidaklah aku tinggalkan suatu fitnah yang lebih membahayakan bagi para lelaki sepeninggalku, selain fitnahnya (godaan) wanita.”
(HR. Bukhari dan Muslim dari Shahabat Usamah ibn Zaid radhiallahu anhu).

Selain berat menahan fitnahnya (godaannya), orang yang berpacaran akan terasa berat tuk menahan diri dari sesuatu yang diharamkan syariat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Artinya:
“Telah ditetapkan atas anak adam bagiannya dari berzina dan ini suatu yang mesti terjadi. Zinanya kedua mata adalah dengan memandang, zinanya kedua telinga adalah dengan mendengar, zinanya lisan adalah dengan berbicara, zinanya tangan adalah dengan meraba (menyentuh), zinanya kaki adalah dengan melangkah dan zinanya hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan, kemudian kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mendustakannya.”
(HR. Muslim dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu).

Sudah jamak, bahwa semua jenis keharaman yang dimuat di dalam hadits di atas, biasanya menjadi amalan bagi orang yang berpacaran, padahal hanya berduaan saja tanpa melakukan apa-apa, sudah dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sabdanya,

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَم

Artinya:
"Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahramnya.”
(HR. Bukhari dari shahabat Ibnu Abbas radhiallahu anhuma)

Masya Allah ternyata memang berat sekali pacaran itu, karena di dunia banyak pelanggaran syariat yang diterjang. Barang siapa yang melabrak larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya, maka ancaman siksa neraka akan diterima.

Adapun di akhirat, pacaran itu berat karena resiko ancaman dosanya, ingin tahu beratnya kaya apa? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا مَنْ لَهُ نَعْلَانِ وَشِرَاكَانِ مِنْ نَارٍ يَغْلِي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ كَمَا يَغْلِ الْمِرْجَلُ مَا يَرَى أَنَّ أَحَدًا أَشَدُّ مِنْهُ عَذَابًا وَإِنَّهُ لَأَهْوَنُهُمْ عَذَابًا

Artinya:
"Sesungguhnya penduduk neraka yg paling ringan siksanya adalah orang yang memiliki dua sandal dan dua tali sandal dari api neraka, dimana otaknya akan mendidih karena panasnya sandal tersebut sebagaimana kuali yang mendidih. Orang tersebut merasa bahwa tidak ada seorang pun yg siksanya lebih pedih dibanding dirinya, padahal siksanya adalah siksaan yang paling ringan di antara mereka (penduduk neraka).
(HR. Muslim dari shahabat Numan ibn Basyir radhiallahu anhuma).

Subhanallah.. itu yang paling ringannya, lalu gimana kira-kira yang lebih dari itu? Nas'alullaha salamah.

Lalu kalo pacaran itu berat, apa solusinya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ

Artinya:
"Kami tidak pernah memandang (kebaikan) bagi dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.”
(HR. Ibnu Majah no. 1920. Dishahihkan oleh Imam Al Albani).

Nikah. Benar, nikah. Ini lebih ringan ketimbang berpacaran, oleh karenanya pacaran itu berat, kamu tidak akan kuat, biar aku nikahi kamu saja.

Tidak ada komentar: