Sabtu, 14 November 2015

Dahulukan Mana yang Lebih Penting


Ibnul Jauzi rahimahullah dalam Shayyidul Khatir 130 berkata, "... Adapun ilmu, aku tidak mengatakan: Kenyangkanlah dengan ilmu dan jangan merasa cukup dengan sebagiannya.

Akan tetapi aku katakan: Dahulukanlah mana yang lebih penting.

Karena ilmu itu (terus ada) sepanjang umur dan amalnya terus menuntutnya..."


Beliau melanjutkan, "Jika seorang yang berakal mengetahui bahwa umur itu pendek sedangkan ilmu itu banyak, niscaya dia akan cela orang yang sibuk menuntut ilmu dengan perkara yang kurang penting.

Seperti misalnya orang yang mencari hadits dengan mengumpulkan nukhshah (teks-teks) yang ada, dengan tujuan agar mendapatkan semua teks hadits, jalan periwayatan dan semua gharibnya.

Ini tidak akan cukup jika dilakukan kalau hanya mengandalkan kesempatan yang ada dalam mencapai tujuan yang dimaukan, walaupun selama lima belas tahun.

Terkhusus, peringatan ini diperuntukkan bagi orang yang sibuk bergelut dengan nukhshah (teks hadits) tapi tidak menghafal Al-Qur'an.

Atau sibuk dengan ilmu-ilmu mendetail seputar Al Qur'an tapi tidak mengenal hadits.

Atau sibuk dengan khilaf (perbedaan-perbedaan) di dalam ilmu fikih tapi tidak mengenal sumbernya yang menjadi inti permasalahan."

(Diterjemah bebas dengan penambahan. Dinukil dari An Nubadz fi Adabi Thalibil Ilmi-Syaikh Hamd Ibrahim al Utsman, hal. 76, cet. Maktabah Ibnul Qayyim 2002).

Tidak ada komentar: