Minggu, 04 Januari 2015

Termasuk Adab Ibnu Umar radhiallahu anhuma

Shahabat Ibnu Umar radhiallahu'anhuma berkata, bahwasanya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya ada sebuah pohon yang daunnya tidak rontok. Dan dia laksana seorang muslim. Maka, beritahukanlah kepadaku pohon apakah itu?"

Orang-orang pun menyangka pohon tersebut adalah pohon yang berada di lembah pedalaman. Sedangkan diriku menerka bahwa pohon tersebut adalah pohon kurma.

Akan tetapi aku malu.

Para shahabat bertanya: Wahai Rasulullah beritahukan kepada kami, pohon apakah itu?

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Itu pohon kurma".

Berkata Abdullah bin Umar: Aku pun memberitahu kepada ayahku tentang terkaanku.

Maka ayahku berkata: Kalau saja engkau tadi menjawab, niscaya itu lebih aku sukai dibandingkan aku mendapat ini dan itu.
(HR. Bukhari 131 dan Muslim 2811)
💥💥💥

Faidah hadits yang terkait masalah Ilmu:

1. Menghormati orang-orang yang lebih tua, sebagaimana ini yang dilakukan oleh Ibnu Umar. Akan tetapi jika orang-orang yang lebih tua tidak mengetahui suatu permasalahan, maka seyogyanya bagi orang yang lebih muda untuk bicara jika memang dia mengetahui.
(Syarah Shahih Muslim an Nawawi 9/127).

2. Ibnu Umar dalam hadits di atas malu menjawab dimungkinkan karena dalam rangka pemuliaan kepada orang-orang yang lebih tua darinya, dengan cara memberitahukan kepada yang lain secara diam-diam agar bisa terjawab.
(Fathul Bari 1/351).

3. Malu bertanya itu lebih parah keadaannya dibanding malu menjawab. Karena jika tidak terjawab mungkin akan dijawab sendiri oleh sang penanyanya.
(Syarah Shahih Bukhari-Syaikh Ibnu Utsaimin 1/262)

4. Kegembiraannya seorang ayah atas kecerdasan dan pemahaman anaknya. Umar bin Khaththab menyayangkan hal di atas karena berharap dengan anaknya menjawab, maka nabi akan mengetahui baiknya pemahaman dam kecerdasan putranya, sehingga nabi akan mendoakan putranya.
(Syarah Shahih Muslim an Nawawi 9/127).

4. Bolehnya mengajukan pertanyaan kepada manusia dalam rangka menguji pemahamannya.
(Syarah Shahih Bukhari-Syaikh Ibnu Utsaimin 1/262).

Wallahu alam.

Tidak ada komentar: