Minggu, 25 Maret 2018

Wahai Pemuda Belajarlah Cara Membidik


Syaikh Muhammad Jamil Zainu rahimahullahu berkata,

Allah berfirman,

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ
Artinya:
"Persiapkanlah oleh kalian apa yang bisa mampu dikerahkan dari kekuatan." (QS. Al Anfal: 60).

Tafsir dari kalimat الفوة (al quwwah) adalah sebagaimana yang ditujukan di dalam sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam,

ألا إنَّ القوةَ الرمي
<ثلاثا>

Artinya:
"Ketahuilah bahwa sesungguhnya kekuatan itu adalah membidik."

(HR. Muslim).

Imam Al Qurthubi rahimahullah berkata, "Ditafsirkannya القوة (al quwwah/kekuatan) itu semata-mata dengan bidikan, adalah karena membidik itu lebih nampak pada kegiatan persiapannya dibandingkan dengan alat-alat perang lainnya, ini disebabkan karena pada sebuah bidikan terdapat suatu yang paling menyibukkan musuh dan merupakan senjata yang paling mudah dibawa..."

Maka aku (Syaikh Muhammad Jamil Zainu) katakan:
Sampaipun sekarang, sesungguhnya alat-alat perang di zaman ini pemakaiannya kembali lagi kepada masalah bidik membidik.

Oleh karenanya islam telah menghasung seorang muslim untuk mempelajari cara membidik, terlebih pada kaum mudanya, hendaknya mereka mempelajari cara membidik dengan selingan belajar berenang pula, hal ini dilakukan sebagai alternatif pengganti permainan-permainan lain yang akan menyibukkan mereka dari latihan membidik, Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang telah mempelajari teknik membidik tapi kemudian dia malah melupakannya, maka dia bukan golongan kami dan dia telah berbuat dosa." (HR. Muslim).

(Kaifa Nafhamul Qur'an- Syaikh Muhammad Jamil Zainu [dinukil dari Majmuah Rasail jil. 3, hal. 11, cet. Maktabah Ash Shahabah 2005]).

Tidak ada komentar: