Senin, 16 Oktober 2017

Perhatikan Waktumu di Bulan Ramadhan


Syaikh Muqbil ibn Hadi rahimahullah berkata, "Waktu itu lebih berharga dibandingkan emas, karena nanti kita akan ditanya di hari kiamat, bahwa kelak tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba sampai ditanya tentang empat perkara, dan salah satunya adalah untuk apa dahulu umurnya dihabiskan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
《نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ》
Artinya:
"Dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu nikmat kesehatan dan waktu luang”. (HR. Bukhari).

Umur itu berjalan karena karunia dari Allah, maka sudah sepantasnya engkau digunakan umurmu untuk bertaqarrub kepada Allah dengan menghadiri majelis ilmu dan menuntut ilmu mengambil faidah, bisa jadi dengan satu faidah, bisa membuat hidupmu berubah.

Janganlah engkau anggap dirimu pada posisi sendiri dan menuntut ilmu di posisi yang lain, akan tetapi jadikanlah engkau dan menuntut ilmu itu berada di posisi yang satu . Taufik itu datang dari sisi Allah dan hidayah itu berada di Tangan Allah, maka sudah sepantasnya bagi kita untuk kembali kepada Allah di bulan yang barakah ini dan memberikan haknya Ramadhan berupa kebaikan."

(Ijabatus Sail-Syaikh Muqbil ibn Hadi, hal. 168, cet. Maktabah Shana al Atsariyah 2016).

Tidak ada komentar: