Minggu, 17 Desember 2017

Salah Satu Sebab dari Banyak Sebab Mengapa Zina Tidak Diperbolehkan


Pengharaman zina telah tegas divonis di dalam Al Qur'an dan As Sunnah. Berikut ini di antara salah satu penjelasan dari rasulullah agar seseorang bisa menerima alasan mengapa zina itu tercela dan diharamkan di dalam islam. Mari kita simak hadits berikut ini:

《إن فتى شابا أتى النبيَّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ فقال: يا رسول الله، ائذن لي بالزنا!،
فأقبل القوم عليه فزجروه، وقالوا: مه مه،
فقال: ادنه، فدنا منه قريبا، قال: فجلس،
قال: أتحبه لأمك؟،
قال: لا واللَّه، جعلني اللَّه فداك،
قال: ولا الناس يحبونه لأمهاتهم،
قال: أفتحبه لابنتك؟،
قال: لا واللَّه، يا رسول اللَّه جعلني اللَّه فداك،
قال: ولا الناس يحبونه لبناتهم،
قال: أفتحبه لأختك؟
قال: لا واللَّه، جعلني اللَّه فداك،
قال: ولا الناس يحبونه لأخواتهم،
قال: أفتحبه لعمتك؟
قال: لا واللَّه، جعلني اللَّه فداك،
قال: ولا الناس يحبونه لعماتهم،
قال أفتحبه لخالتك؟
قال: لا واللَّه جعلني اللَّه فداك،
قال: ولا الناس يحبونه لخالاتهم
قال: فوضع يده عليه وقال: اللَّهمّاغفر ذنبه وطهر قلبه، وحَصِّنْ فرْجَه،
فلم يكن بعد ذلك الفتى يلتفت إلى شيء》

Artinya:
"Seorang pemuda datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah izinkan aku untuk berzina."

Para shahabat nabi yang ada ketika itu langsung menghadap ke arahnya dan menghardiknya, "Mah.. mah.."

Rasulullah kemudian berkata, "Dekatkan dia (kepadaku)". Maka pemuda itu didekatkan ke hadapan nabi kemudian dipersilahkan untuk duduk. Rasulullah lalu bertanya kepada pemuda itu, "Apakah engkau suka jika itu mengena pada ibumu?". Pemuda itu menjawab, "Tidak, demi Allah." "Kalo begitu, manusia pun tidak suka jika itu mengenai ibu-ibu mereka", terang rasulullah.

Lalu rasulullah bertanya lagi kepada pemuda itu, "Apakah engkau suka jika itu mengena pada anak perempuanmu?". Pemuda itu menjawab, "Tidak, demi Allah." "Kalo begitu, manusia pun tidak suka jika itu mengenai anak-anak perempuan mereka", terang rasulullah lagi.

Rasulullah bertanya lagi, "Apakah engkau suka jika itu mengena pada saudara perempuanmu?". Pemuda itu menjawab, "Tidak, demi Allah." "Kalo begitu, manusia pun tidak suka jika itu mengenai saudara-saudara perempuan mereka", terang rasulullah pula.

Kembali rasulullah bertanya, "Apakah engkau suka jika itu mengena pada amahnu (bibi dari keluarga ayah)?". Pemuda itu menjawab, "Tidak, demi Allah." "Kalo begitu, manusia pun tidak suka jika itu mengenai amah mereka", jelas rasulullah.

Kembali rasulullah bertanya, "Apakah engkau suka jika itu mengena pada khalahmu (bibi dari keluarga ibu)?". Pemuda itu menjawab, "Tidak, demi Allah." "Kalo begitu, manusia pun tidak suka jika itu mengenai khalah mereka", terang rasulullah lagi.

Maka rasulullah meletakkan tangannya kepada pemuda tersebut dan mendoakannya, "Yaa Allah ampunilah dosa-dosanya dan bersihkanlah hatinya serta jagalah farj-nya (kemaluannya)."

Setelah kejadian tersebut maka pemuda itu tidak lagi menoleh-noleh kepada sesuatu apapun."

(HR. Ahmad dari shahabat Abu Umamah radhiallahu anhu, hadits dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah, no. 370).

Tidak ada komentar: